v2.0
|

Gallery

PERANG MELAWAN SAMPAH
21-09-2019 | Kecamatan Tegaldlimo.
KECAMATAN TEGALDLIMO Pada hari ini Sabtu 21 September 2019 lagi perang besar melawan sampah. Sampah dimusim kemarau ini sudah merupakan hal serius untuk ditangani utamanya sampah yang berada dialiran Sungai Setail. Dikanan – kiri jembatan patok sewelas adalah merupakan tempat pembuangan sampah bagi warga masyarakat yang lewat di jembatan itu, dengan mudahnya para pengendara motor maupun mobil membuang sampah di sungai tersebut tutur salah seorang pemuda yang ikut kerja bakti. Tadi saya sambil kerja bakti juga ngomong – ngomong sama masyarakat yang profesinya sebagai pencari ikan di hilir sungai setail, dia mengeluh karena dengan banyaknya sampah dihilir sungai setail maka penghasilan orang tersebut turun dratis, sehingga tadi tau kalau di jembatan Patok sewelas ada orang kerja bakti membersihkan orang tersebut langsung ikut kerja bakti. Kerja bakti kali ini diikuti oleh diikuti oleh berbagai pihak yaitu dari Kecamatan Tampak Hadir BISRI, SH Sekretaris Kecamatan Tegaldlimo beserta bawahannya dan Pak Camat lagi ada undangan di Pantai Grajagan, Kepala PKM Tegaldlimo beserta Staf, Sekdes Kedunggebang beserta bawahannya dan Para Pemuda Desa Kedunggebang serta masyarakat yang peduli dengan sampah walaupun orang-orang tersebut tidak kena dampak dari sampah tersebut . Berbagai pihak setelah saya tanya, bahwa kerja bakti ini merupakan hal yang sangat positif, karena sampah akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar dan juga akan merusak lingkungan serta ikan-ikan yang ada di sungai juga akan tercemari , makanan ikanpun menurut saya juga makanan yang tidak sehat sehingga ikan yang di makan manusia juga ikan yang kurang sehat. Sampah yang dibuang di kanan kiri jembatan patok sewelas hampir tidak ada sampah plastiknya adapun sampah pastiknya adalah merupakan pembungkus dari sampah yang dibuang, adapun jenis sampah yang paling banyak adalah Pempes orang dewasa maupun pempes anak-anak dan Limpah dari jagal ayam. Kerja bakti ini dilakukan untuk membukan mata hati para pembuang sampah dialiran sungai agar tidak diulangi lagi, karena akan berdampak kepada anak cucu kita, ikan-ikan yang berada disungai maupun dihilir turun dratis, bahkan kata para pemancing ikan yang ikan yang ikut kerja bakti, di hutan mangruf yang merupakan tempat berkembangbiaknya ikan-kepiting dll, sekarang banyak sampaknya. Harapan penulis semoga para pembuang sampah disungai membaca tulisan ini, dan disadarkan oleh Alloh SWT serta tidak akan membuang sampah di aliran sungai.

Gallery Lain