v2.0
|

Berita SKPD

RSAL Surabaya dan RSUD Blambangan MoU Rujukan Pasien Banyuwangi
23-11-2017 | Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Untuk memperluas akses kesehatan pada masyarakat Banyuwangi, Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya, menandatangani Kepekatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama, dengan Pemkab Banyuwangi dan RSUD Blambangan Banyuwangi, di Vila Solong Banyuwangi, Sabtu (7/10/2017) sore.

Dengan kerja sama kedua rumah sakit ini, pasien dari Banyuwangi yang harus mendapat perawatan khusus, tidak hanya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, tapi juga bisa dirujuk ke RSAL Dr Ramelan.

"Selama ini terdapat kesan di masyarakat, RSAL hanya diperuntukkan untuk TNI saja, padahal kami juga membuka pintu bagi masyarakat umum," kata Kepala RSAL, Kolonel Laut (P) dr. I Dewa Gede Nalendra DI,, Sp.B., Sp. BTKV (K).

Karena itu RSAL melakukan kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi dan RSUD Blambangan, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Banyuwangi yang dirujuk ke Surabaya.

Dengan kerja sama ini, Nalendra berharap RSAL akan lebih bisa diterima, dan masyarakat dapat mengetahui sarana prasana yang dimiliki RSAL.

Selain itu, menurut Nalendra, prajurit-prajurit TNI banyak terdapat di berbagai daerah termasuk Banyuwangi. Penanganan pertama pada prajurit yang membutuhkan penanganan kesehatan dilakukan di RSUD.

"Sehingga kerja sama ini merupakan simbiosis mutualisme bagi RSAL, serta Pemkab Banyuwangi dan RSUD Blambangan," kata Nalendra.

Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufik mengatakan, dengan kerja sama ini memudahkan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan di Surabaya. Taufik mengatakan selama ini rumah sakit rujukan penanganan lanjutan adalah RSUD Dr Soetomo.

Sedangkan RSUD Dr Soetomo tidak hanya menerima rujukan dari Banyuwangi saja, melainkan seluruh rumah sakit dari berbagai daerah. Sehingga sering penanganan kesehatan lebih lama karena harus antre.

"Dengan kerja sama ini, apabila RSUD Dr Soetomo ramai, pasien dari Banyuwangi bisa dirujuk ke RSAL," kata Taufik.

Tidak hanya rujukan pasien, kerja sama dua rumah sakit ini juga terkait penguatan pelayanan kesehatan dan transfer knowledge, agar terjadi sinergi perkembangan ilmu antar pemberi pelayanan kesehatan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sinergi ini menguntungkan bagi Banyuwangi.

"Ini MoU yang produktif. Sehingga pasien dari Banyuwangi memiliki pilihan ketika harus dirujuk ke Surabaya. Selain itu bisa ditangani lebih cepat," kata Anas.

Bahkan menurut Anas, pihaknya berencana untuk membangun Rumah Singgah, seperti yang telah dilakukan Pemkab Banyuwangi sebelumnya di RSUD dr Soetomo.

"Kalau perlu nanti kami bangun Rumah Singgah di dekat RSAL," kata Anas.

Pemkab Banyuwangi telah membangun Rumah Singgah di dekat RSUD Dr Soetomo. Rumah Singgah gratis ini diperuntukkan bagi keluarga pasien tidak mampu, untuk mengurangi beban bagi keluarga pasien yang mengantar ke Surabaya.

Sehingga biaya keluarga pasien bisa lebih ringan. Karena di Rumah Singgah tersebut seluruh fasilitas disediakan gratis, termasuk makan minum bagi keluarga pasien. (haorrahman)