v2.0
|

Berita SKPD

Karangrejo Fokus Penanganan Banjir dan Air Bersih
01-02-2018 | Kecamatan Banyuwangi.

Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Karangrejo berlangsung lancar, Senin (29/1) kemarin. Acara yang dihadiri oleh kepala RT, RW, Tokoh Agama, Politik, serta anggota DPRD Banyuwangi tersebut menghasilkan beberapa usulan yang siap disampaikan dalam Musrencam Banyuwangi. 

Lurah Karangrejo, Effendy Kusumo, SE. dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak usulan yang bisa disampaikan oleh warga dan mengupayakan untuk bisa singkron dengan usulan di tahun sebelumnya yang belum terealisasi.

"Jadi yang belum terealisasi monggo untuk bisa diusulkan kembali. Tentunya yang berdasar pada kebutuhan bukan keinginan," ujar Effendy.

Effendy juga menyinggung beberapa permasalahan pokok yang terjadi di Karangrejo, yakni Banjir Rob yang melanda beberapa RT di lingkungan Tamanrejo. Dirinya berharap ketua RT dan RW setempat bisa mengupayakan untuk penanggulangan bencana tersebut.

"Sumber permasalahan adalah rendahnya plengsengan di lingkungan Tamanrejo. Satu-satunya cara ya dengan peninggian plengsengan dari konco ke timur," imbuh Effendy

Mengenai kesehatan, Effendy Kusumo menyebut beberapa warganya masih meminum air payau karena kondisi lingungan setempat. Beberapa kali musyawarah berusaha mengusulkan pengadaan air bersih namun belum tembus. Kelurahan Karangrejo akan berinisiatif untuk mengkoordinasikan langsung bersama dinas PU Pengairan atau PDAM guna mengatasi hal ini.

"Beberapa kali kami mengusulkan tetapi tidak tembus. Pernah tembus tapi dana tidak mencukupi akhirnya proyek juga mangkrak. Kami menyadari mungkin tidak bisa masuk pagu kecamatan tapi kami akan menembusi langsung pihak terkait. Sayang pak, 37 RT sudah bisa minum air tawar, hanya 1 RT yang masih harus minum air payau," jelas Effendy

Terakhir, Effendy juga berharap agar narasumber yang hadir bisa membawa draft usulan hingga ke Musrencam Banyuwangi

Kelurahan Karangrejo Dapat Alokasi Dana Terbanyak Di 2018

Tahun 2018 lalu, Kelurahan Karangrejo mendapatkan jatah pembangunan terbanyak yakni 1,5 Miliar Rupiah. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Sie Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Banyuwangi, Imron Bustami, Bsc. Dari sekitar 1,5 miliar tersebut, usulan yang direalisasikan yakni

  1. Bidang Pendidikan meliputi pengadaan Meubelair di SDN 1 Karangrejo, SDN 2 Karangrejo, dan SDN 4 Karangrejo; Serta pengadaan buku perpustakaan di SDN 2 Karangrejo.
  2. Bidang Infrastruktur meliputi pavingisasi, pembangunan saluran drainase, rehab gedung kelurahan jilid 2, pemeliharaan dan pelebaran jalan ke pantai syariah, pembangunan saluran irigasi pertanian, serta normalisasi saluran tambak di Lingkungan Karanganom
  3. Bidang Gabungan / Pelayanan Publik meliputi pelatihan kue rokok di RW II Karanganyar yang menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM dengan peserta 25 orang

"Jadi lumayan yang bisa diakomodir oleh pemerintah. Harapan kami nanti bisa meningkat di tahun 2019," ujar Imron

Naufal Badri : Ungkapkan Semua Nanti Kami Yang Berjuang

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Komisi IV, Ir. H. Naufal Badri yang hadir dalam Musrenbang Kelurahan Karangrejo. Naufal mengusulkan beberapa opsi untuk menanggulangi banjir di daerah Karangrejo dengan membuat selokan yang mengarah ke pantai

"Silahkan bapak ibu usulkan semua, nanti kami perjuangkan agar terealisasi. Kalau ada judulnya kan enak, tapi kalau semua diam ya tidak ada program yang masuk," kata Naufal.

Naufal juga melihat aspek wisata di Kelurahan Karangrejo, Naufal berharap agar warga tetap bisa menjaga ketentraman untuk mengenalkan Banyuwangi ke Internasional.

"Pantai Syariah ada, Marina Boom sudah buka, ini lagi satu Pantai Bidadari akan buka, pasti ada imbas untuk Karangrejo. Jadi kita harus bisa menyajikan yang terbaik kepada pengunjung," tutup Naufal

(Fariz)

LIHAT GALERI