v2.0
|

Berita SKPD

Kecamatan Banyuwangi Optimis Angka Kemiskinan Semakin Turun
22-02-2018 | Kecamatan Banyuwangi.

Kecamatan Banyuwangi optimis bahwa angka kemiskinan di wilayah kota akan semakin Camat Banyuwangi, Yusdi Irawan, SE., M.Si. dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Senin (19/2) sore kemarin di Aula Kecamatan Banyuwangi yang didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Banyuwangi, Sri Widiyanto, SH. serta Danramil 0825/01 Kota, Surahman dan dihadiri oleh instansi lingkup kecamatan Banyuwangi seperti Puskesmas Sobo, Kertosari, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, Lurah se-Kecamatan Banyuwangi, dan beberapa pihak lain.

Yusdi mengatakan bahwa rapat lintas sektoral ini salah satu agenda yang harus dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sesuai dengan progam Kabupaten Banyuwangi, baik yang outdoor atau bottom up yang bertujan untuk kesejahteraan rakyat. 

Masih Ada Masyarakat Yang Buang Air Besar Sembarangan

Dalam kesempatan ini, Yusdi Irawan meneruskan pesan Bupati Banyuwangi bahwa masih ada masyarakat yang buang air besar sembarangan di kota Banyuwangi.

"Kemarin sudah rapat bersama bupati bahwa masih ada warga yang BAB di sungai, pas ketahuan difoto kemudian lapor bupati. Ini tanggungan kita bersama sebenarnya. Perlu ada kerjasama untuk menyadarkan masyarakat," ujar Yusdi.

Menurut Yusdi, perlu ada campur tangan dan kerjasama semua pihak untuk bisa mewujudkann masyarakat bebas buang air besar (BAB) Sembarangan alias Open Defecation Free (ODF). 

"Solusi termudah, semua lurah yang punya sungai bisa memberikan informasi agar warga tidak BAB sembarangan, bisa lewat sosialisasi atau pengumuman di masjid dan musholla setempat. Kalau masih bandel baru kita kerahkan babinkamtibmas agar mereka sungkan," Imbuh Yusdi

Yusdi juga menghimbau agar instansi tetap menjaga kebersihan toilet dan suasana hijau di setiap kantor.

Tiap Kelurahan Harus Punya Destinasi Wisata dan Pasar Tradisional

Dikatakan oleh Yusdi Irawan, Bupati Banyuwangi juga berpesan agar tiap kelurahan tetap mengusahakan destinasi baru bagi wisatawan, sekalipun tanpa Anggaran Dana Desa seperti daerah lain. Destinasi wisata ini tidak harus alamiah tetapi bisa dengan keunggulan keunggulan potensi yang ada di setiap daerah, seperti Pengantigan dengan tahu dan tempenya. 

"Ini namanya destinasi birokrasi, jadi tidak selalu alam atau wisata, bahkan kita sendiri punya objek kunjungan lain yang tidak kalah menarik," ungkap Yusdi.

Terkait dengan hal tersebut, Yusdi mengatakan bahwa Bupati Banyuwangi juga berharap semua daerah mempunyai pasar tradisional agar kebutuhan masyarakat cepat terpenuhi. Pasar tradisional yang dimaksud adalah pasar dengan ciri khas tersendiri dan tidak hanya musiman saja serta tetap mengutamakan kebersihan

"Misal saja penjual menggunakan daun untuk penjualan makanan dan sebagainya," kata Yusdi

Banyuwangi Masuk Kuadran 3, Pagu Indikatif turun jadi 3,7 Miliar.

Menurut Yusdi, Banyuwangi masuk dalam kuadran 3 dengan beberapa hal yang harus ditingkatkan yakni produktifitas pertanian.

"Secara umum kita baik, kesehatan juga baik, namun produktifitas turun. Tapi untungnya kemiskinan kita rendah dibandingkan kecamatan lain," kata Yusdi.

Oleh karena itu, Yusdi berharap agar ada solusi bersama dengan sentuhan semua lapisan masyarakat guna meningkatkan produktifitas.

Yusdi Irawan juga menyampaikan Pagu Indikatif Kecamatan Banyuwangi untuk tahun 2018 ini berkurang dari 5 Miliar menjadi 3,7 Miliar rupiah. Penurunan ini terjadi karena beberapa faktor, yakni 
1. Pokok Pikiran, akibat banyaknya pemecahan wilayah
2. Pagu Bidang itu sendiri
3. SKPD terkait, serta
4. Kebijakan kebijakan umum yang ada.

Rantang Kasih Jadi Urusan Bersama 

Baru beberapa bulan berjalan, Rantang kasih menjadi program sosial khusus Pemkab Banyuwangi yang menjadi perhatian. Yusdi Irawan juga membahas bahwa rantang kasih menjadi stimulan agar masyarakat mampu mengcover warga kurang mampu.

"Sekalipun kita warga kota yang tidak mendapatkan ADD, saya berharap program ini tetap berjalan sampai 9 bulan kedepan. Kita bisa gandeng baznas untuk meringankan beban warga kurang mampu, misal pada hari raya dan sebagainya," imbuh Yusdi.

Terakhir Yusdi juga berharap banyak masukan dari berbagai pihak agar semua program yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan maksimal

Pelaksanaan ORI Puskesmas Sudah 80 Persen

Pihak Puskesmas Kertosari dan Sobo yang beberapa hari lalu gencar melaksanakan imunisasi serentak difteri turut bersuara. Program ORI dari Puskesmas Kertosari dan Sobo keseluruhan dilaporkan telah berjalan 80%. Dalam prosentase tersebut, 67,9% Warga di lingkup Puskesmas Kertosari telah melaksanakan program ini. Sedangkan dari puskesmas sobo yakni 49,9% warganya telah ikut berpartisipasi dalam program ORI. Perwakilan dari kedua puskesmas tersebut sangat mengharapkan adanya peran serta pihak kelurahan dan kecamatan untuk mensosialisasian pentingnya program ini dan bahaya penyakit difteri. Sementara itu, penyakit lain yang sedang mewabah di kecamatan Banyuwangi yakni Tubercullosis Paru yang identik dengan usia lanjut dan pola hidup perokok. 

Kodim 0825 Masih Sigap Melindungi dan Melayani Masyarakat 

Danramil 0825/01 Surahman mengatakan bahwa pihaknya bersama kepolisian masoih siap untuk melayani dan melindungi masyarakat, utamanya saat pelaksanaan pesta pemilu 2019 nanti. 

"Politik dan sosial adalah hal yang krusial, sama-sama penting. Jadi kami tetap memastikan bagaimana pesta politik berjalan, namun aktifitas juga jangan sampai terganggu," kata Surahman

Mengenai kejadian perusakan gereja beberapa hari lalu, Surahman juga menyayangkan hal tersebut dan menyatakan bahwa Kodim 0825 Banyuwangi berupaya keras agar hal tersebut tidak terjadi, apalagi di Banyuwangi.

Rapat koordinasi berlangsung tertib, dengan mendengarkan berbagai pendapat dari audience. Rapat berakhir hingga pukul 15.30 WIB

(Fariz)

LIHAT GALERI