v2.0
|

Berita SKPD

PENGOBATAN KATARAK DENGAN TEKNOLOGI CANGGIH DAN TERBARU
02-02-2019 | Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

Saat ini katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia dan di seluruh dunia. Tiap tahun dilaporkan adanya peningkatan jumlah kasus katarak yang tidak sesuai dengan jumlah operasi katarak yang dilakukan, yang menyebabkan terjadinya penumpukan dalam program eliminasi katarak nasional di Indonesia.

Apakah katarak itu? Secara definisi, katarak adalah proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan.

Penyebab utama katarak adalah proses degenerasi akibat penuaan. Penyebab lainnya meliputi trauma/kecelakaan, peradangan pada mata, kelainan bawaan, dan kondisi-kondisi lain yang lebih jarang ditemui.

Gejala katarak yang biasa mendorong pasien untuk berobat meliputi penurunan tajam penglihatan, pandangan kabur atau buram, berkurangnya kemampuan melihat warna dan kecerahan penglihatan, kesulitan mengemudi di malam hari, dan sering berganti ukuran kacamata. Pada kondisi yang lebih parah, katarak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara total (kebutaan).

Dengan peralatan operasi katarak terbaru, RSUD Blambangan menawarkan operasi katarak yang dapat dilakukan sejak tahap katarak yang paling awal sehingga penglihatan pasien dapat kembali sepenuhnya. Kali ini RSUD Blambangan secara khusus menghadirkan peralatan terbaru, yaitu Alat Biometri.

Alat Biometri adalah alat yang berfungsi untuk menentukan ukuran lensa tanam atau Intra Ocular Lens (IOL) yang akan dipasang pada saat operasi katarak. Sehingga akan diperoleh hasil penglihatan yang optimal setelah operasi.

Pilihan & Proses Pengobatan Katarak secara medis tidak diobati dengan obat-obatan, melainkan harus dilakukan tindakan pembedahan atau operasi katarak. Operasi katarak sangat disarankan ketika penglihatan sudah terganggu dan juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan teknologi operasi katarak yang sangat modern ini, tidak perlu menunggu lama atau menunggu katarak menjadi matang sebelum dilakukan operasi. 

Proses Pengobatan dengan Lensa tanam Pada tahap akhir operasi katarak, sebuah lensa tanam (intraocular lens/IOL) dipasang di dalam mata untuk mengambil alih fungsi refraksi alami dari lensa mata yang telah diambil saat operasi katarak. Teknik fakoemulsifikasi memanfaatkan lensa tanam yang dapat dilipat sehingga dapat dimasukkan melalui sayatan operasi yang kecil.

Selanjutnya, untuk mendeteksi kelainan mata, sebaiknya orang dewasa sehat memeriksakan mata minimal setiap 1 tahun sekali, anak anak minimal 6 bulan sekali. Sedangkan untuk seseorang yang sudah terdiagnosa terdapat kelainan pada mata sebaiknya melakukan pemeriksaan mata rutin sesuai anjuran dokter. Untuk informasi lebih lanjut silakan konsultasi ke Poli Mata RSUD Blambangan dengan Dokter Unu Heru S, Sp.M Praktek Senin s/d Kamis pukul 07.00-11.30 WIB, Jumat pukul 07.00-10.00 WIB dan Sabtu pukul 07.00-10.30 WIB.(*)