v2.0
|

Berita SKPD

Diabetes dan Bahayanya yang perlu diwaspadai
04-02-2019 | Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

Seseorang dinyatakan sebagai pasien yang memiliki diabetes tak serta merta membuat pasien drop mentalnya. Diabetes memang terdengar biasa saja, bahkan tak menakutkan buat sebagian orang. Padahal, diabetes menyebabkan kematian ketika sudah komplikasi.

Diabetes (Kencing Manis) adalah kelainan regulasi gula darah dalam tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Diabetes itu sendiri disebabkan karena adanya kerusakan sel beta pankreas (kelenjar ludah perut), dimana fungsi dari sel beta pankreas adalah menghasilkan hormon insulin. Diabetes dibagi menjadi dua, yaitu pertama diabetes karena kekurangan hormone insulin, kedua diabetes yang hormon insulinnya ada tapi hanya cukup untuk tubuh saja, sedangkan sel dalam tubuh tidak bisa memakai.

Meskipun kebanyakan pasien diabetes nyaris tidak mengalami keluhan, namun sejatinya ada beberapa gejala klasik yang sering dialami seperti sering kencing, mudah lapar, mudah haus, penurunan berat badan yg tidak diketahui sebabnya, sering merasakan kesemutan, dan sampai timbulnya luka.

Apabila anda merasakan salah satu dari gejala tersebut, maka tidak ada salahnya anda melakukan pemeriksaan gula darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Pertama, yakni dengan melakukan pemeriksaan gula darah puasa yaitu melakukan puasa sebelum pemeriksaan darah dilakukan minimal 8 jam. Kedua, pemeriksaan gula darah puasa 2 jam setelah  pasien diberikan beban glukosa atau beban gula khusus 75gram dicampur air 200cc. Pasien dinyatakan diabetes, apabila hasil pemeriksaanya lebih dari 200.

Fazria menyampaikan beberapa komplikasi penyakit diabetes, yakni penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi, kebutaan, disfungsi ereksi, depresi dan gangguan saraf. Penyandang diabetes punya risiko terkena serangan jantung, dan stroke dua kali lipat dibanding yang non diabetes.
Menurut dia, penyakit jantung dan stroke merupakan komplikasi diabetes yang paling banyak menimbulkan kematian.

Fazria juga menyampaikan cara pengobatan bagi pasien diabetes yaitu yang pertama dengan melakukan modifikasi gaya hidup (pola makan bergizi, aktifitas / olahraga, menghindari stres). Apabila gula darah tetap tidak turun, maka diberikan obat-obatan.

Di Polikinik Penyakit Dalam sendiri hampir sebagian besar pasien datang sudah menderita  diabetes dengan komplikasi. Maka langkah pertama yang biasa dilakukan yakni dengan memberikan terapi pemberian obat tablet lalu insulin. Dilanjutkan dengan mengevaluasi pemberian obat tablet sampai dengan 3 kali, apbila tidak mengalami penurunan kadar gula dalam tubuh, maka terapi berikutnya yakni dengan melakukan suntikan  insulin.

Untuk informasi lebih lanjut silakan konsultasi ke Poli Dalam RSUD Blambangan dengan Dokter Fazria Nasriati, Sp.Pd Praktik Senin s/d Kamis pukul 07.00-11.30 WIB, Jumat pukul 07.00-10.00 WIB dan Sabtu pukul 07.00-10.30 WIB.(*)