v2.0
|

Berita SKPD

PEMBINAAN PENGURUS GABUNGAN KELOMPOK TANI OLEH KEPALA DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
30-10-2012 | Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan .

MUNCAR, BANYUWANGI. Bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muncar, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi Ir. Ikrori Hudanto melakukan pembinaan terhadap pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Mulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Pembinaan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengawasan dan pengawalan terhadap Gapoktan yang telah menerima dana bantuan Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) senilai Rp. 100 juta. Diketahui bahwa Gapoktan Sumber Mulyo menerima bantuan Program PUAP sejak bulan November 2010. Sampai bulan ini nilai modal telah berkembang menjadi Rp. 108 juta itupun sudah bersih setelah dipotong biaya operasional Gapoktan dan Sisa Hasil Usaha (SHU) ungkap Sugito Ketua Gapoktan Sumbermulyo.

Gapoktan Sumbermulyo merupakan salah satu dari 143 Gapoktan di Kabupaten Banyuwangi yang menerima bantuan Program PUAP dari Kementerian Pertanian dari Tahun Anggaran 2008-2012. Pemerintah mengucurkan bantuan senilai Rp. 100 juta untuk masing-masing Gapoktan. Menurut Kepala Dinas, sejak tahun 2008 sampai sekarang pemerintah telah mencairkan Program PUAP senilai Rp. 14,3 M. Dana tersebut sampai sekarang telah berkembang menjadi Rp. 16,07 M. Dari 143 Gapoktan pengelola dana PUAP telah terbentuk 13 Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) pada tahun 2011 dan tahun ini akan bertambah 15 unit LKM-A. “Dengan terbentuknya unit LKM-A pada Gapoktan akan meningkatkan efisiensi pengelolaan dana PUAP, karena dalam sistem LKM-A pengelolaan keuangan akan dikelola para professional yang ditunjuk oleh Gapoktan. Dalam posisi ini Gapoktan adalah sebagai pihak pemegang saham” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian Hutbun menambahkan bahwa Gapoktan harus “smart” dalam mengelola dana PUAP. Untuk meningkatkan nilai capital modal, Gapoktan dapat menghimpun dana dari Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib anggota. Kedepan diharapkan Gapoktan melalui unit LKM-Anya dapat menaungi semua akses permodalan dari petani anggota. Sarana dan prasarana petani anggota dapat tercukupi dari Gapoktan. Kalau modalnya sudah besar, selain unit simpan pinjam yang telah dikelola, Gapoktan dapat masuk ke pemasaran hasil pertanian anggota. Sehingga mengurangi praktek ijon oleh para tengkulak yang sampai hari ini masih banyak ditemui dilapangan.

Berita Lain